| FATWA BAHWA MEROKOK ITU HARAM: YES OR NO? |
|
Bersyukurlah bagi mereka yang tak pernah menyentuh rokok.... Dan bersyukurlah saya yang juga bukan perokok... Karena dampak merokok baru muncul setelah 25 tahun menghisap asap tembakau secara
terus-menerus. Memang dampak yang ditimbulkan sangat horor..... Kanker
paru-paru, serangan jantung dan segala penyakit yang disebabkan rokok
ini pun tidak mengurangi niat para perokok untuk segera insyaf dan
kembali ke kehidupan normal dan sehat seperti sediakala sebelum
merokok.....
Merokok sudah mendarah daging meresap di sendi
kehidupan masyarakat.... Rokok pun sudah menjadi tiang penyangga
ekonomi bangsa. Pajak terbesar ya dari cukai rokok... Bangsa ini sudah
sedemikian terbelenggu oleh rokok. Sehingga ketika rokok diharamkan,
maka terjadi banyak pembelaan... Rokok sudah menjerat peradaban.....
Rokok
memang bikin kecanduan.. Seperti blog juga yang bikin kecanduan, dan
saya tak bisa lepas secara drastis dari dunia blog. Mungkin nanti
perlahan-lahan.... Hehehe.... Rokok bagi sebagian orang adalah seperti
doping.. Penyemangat dalam kegiatan sehari-hari mereka... Merokok bisa
memacu kreatifitas dan ide untuk mencari nafkah ditengah susahnya
kehidupan sekarang ini.... Merokok pun bisa membuat pikiran terasa
melayang sehingga deraan masalah dan stress seperti terbang dan hilang
juga..... Rokok pun menjadi alat pemererat kekeluargaan dan
persahabatan... Banyak lagi manfaat rokok lainnya...
Disamping manfaat 'semu' merokok itu tadi terdapat banyak dampak buruk
dari merokok. Salah satunya adalah pos pengeluaran yang digunakan untuk
tetap melestarikan kegiatan 'membakar uang' dan menghirupnya.... Banyak
penyakit pun mengintai di seberang sana, ketika rokok sudah menjadi
candu.... Atau seringkali muncul bahkan sebelum menjadi pecandu...
Kanker... Makna kantong kering maupun makna sesungguhnya, kanker
penyakit terus menghantui para pecandu asap tembakau...
Banyak
cara untuk melepaskan diri dari jerat rokok, banyak jalan untuk
berhenti merokok. Pertama sekali adalah niat dari perokok itu sendiri,
kemudian dibarengi dengan aksi berhenti total (atau perlahan-lahan)
dari merokok. Penyadaran dari lingkungan pun diperlukan selagi pemakai
rokok masih tercandu oleh godaan rokok. Prinsipnya sama seperti
rehabilitasi narkoba lah.... Tulis dan resapi bahaya dibalik nikmatnya
asap rokok, sadar bahwa merokok merupakan kegiatan yang sia-sia dan
boros yang jauh dari kesan hemat adalah salah satu cara ampuh menekan
konsumsi rokok. Sadar bahwa masih banyak hal yang bisa dilakukan dengan
uang untuk merokok... Membiayai uang untuk sekolah anak, uang makan dan
belanja untuk istri dan menabung atau bersedekah merupakan hal bijak
yang harusnya dilakukan.
Baru-baru ini MUI akan mengeluarkan
fatwa haram merokok. Hmm... Sudah sedemikian jauh ni rupanya gerak MUI.
Memang rokok sudah menjadi jerat bagi peradaban kita. Rokok menjadi
penopang utama kegiatan perekonomian kita. Banyak pekerja di perkebunan
tembakau cengkeh dan lain-lain yang berhubungan langsung dengan bisnis
besar rokok. Juga para buruh pelinting rokok manual di pabrik-pabrik
rokok yang jumlahnya tak bisa dihitung jari. Semua perlu hidup, karena
mereka bergantung pada industri rokok. Jika rokok dihapuskan, maka
nasib mereka pun akan dipertaruhkan. Puluhan ribu buruh pabrik rokok
akan menganggur, ribuan petani tembakau gulung tikar, dan penjual rokok
jalanan harus menderita..... Geliat industri rokok sudah mendarahdaging
dan tak bisa begitu saja dihapuskan.
Karena merokok adalah
kesalahan manusia sejak awal yang sudah saking salah kaprahnya menjadi
tulang punggung ekonomi kita. Beasiswa dari rokok. Olahraga berkembang
karena rokok. Pajak berlipat-lipat karena rokok. Oh rokok..... Tidak
bisa serta-merta kita hilangkan begitu saja...
Alangkah lebih
bijaknya jika penyadaran tentang bahaya merokok yang digalakkan bukan
dengan pemaksaan lewat fatwa semacam ini. Kalau saat ini masih banyak
yang belum tersadarkan, ya itu masalah kampanye penyadaran bahaya
merokok masih kalah ketimbang serbuan iklan tentang merokok yang
menunjukkan fantasi kegagahan, keberanian dan kemachoan seorang lelaki
dengan petualangan hidupnya.... Seandainya kampanye tentang bahaya
merokok ini mampu mengalahkan kampanye iklan rokok, bukan tak mungkin
banyak yang tersadarkan. Tinggal adu kreatif saja........ Hehehe...
Membatasi usia perokok dan menaikkan cukai rokok sehingga terjadi
seleksi alam dari para perokok itu sendiri merupakan langkah yang cukup
masuk akal ketimbang membumihanguskan lumbung padi untuk menangkap
tikus keparat.
So... Kembali ke kesadaran pribadi masing-masing. Masihkah merokok menjadi satu kebutuhan atau sesuatu yang harus dihindari? |
| Posted: 9/27/2008 at 23:05 | Read 180 times | 0 comments | Leave Comment |
|