HOME | SHOP | TOOLBAR | RADIO | SIGN UP | LOG IN | GAMES | VIDEOS | CLUBS | BLOGS | LAYOUTS | BROWSE | SEARCH | INVITE | HELP  
 mandevu   
  
Ketik4 harUS bERlaLU   
 

Akhirnya kau ciptakan
Jarak yang tak terlihat

Ada hati yang perlahan menjauh
Ada rindu yang perlahan melemah
Ada cinta yang perlahan mengigau

Langit tlah meredup
Harap di hati tlah pudar
Mimpi pun tlah terbunuh

Tlah kulihat pias pucat di wajahnya
Tlah kulihat airmata yang mengering di pipinya
Tlah kulihat binar itu yang kini tlah padam


Ia hanya menggeleng lemah
Tiada kata....

Ia masih seperti gadisku seperti tahun yang lalu
Gadis yang sama
Dengan paras yang sama

Ketika ia memilih untuk meninggalkanku

Tiada seorang pun yang dapat meredakan ombak
Tiada seorang pun yang dapat menenangkan angin

Hanya ia
Yang mampu membuatku bersimpuh
Memohon hatinya untukku
Ia, sang pemetik badai

Tak pernah kulupa tatap matanya
Menghunjam ke jiwaku
Dan ia pun berlalu….


Tak mudah memahami hatinya
keras bagai pualam, lembut laksana sutra
Tiada hati yang abu-abu
Hitam dan putih
Tegas dan tegar
Tak ragu berkeputusan
walau harus menangisi jejak sepanjang jalan

Tiada sedu,
Parasnya beku menatapku.
Akhirnya ia bersuara,
“Tlah kusudahi sebuah perjalanan
perjalanan sia-sia sebuah harap dan mimpi.
Kini kuyakin harap dan mimpi tak pernah ada.
Yang ada hanyalah kenyataan yang harus dihadapi.
Dan aku akan melaluinya, lagi.
Tanpa airmata.â€

Suara datar itu serasa mencabik-cabikku,
Kesedihannya tak terbias di paras bekunya

Paras yang sama....

Setahun, tahun yang lalu
ketika ia memilih untuk meninggalkanku

Setahun kubiarkan kenangan mengisi anganku
Gadis manja penuh semangat
Matanya yang slalu berbinar
Kerinduannya yang membuncah saat bertemu
Hangat peluknya masih terasa di tubuhku
Dan akhirnya semua lenyap karena dua sisi hidup.....


Setiap detik kujeritkan pedihku
Betapa permata indah
tlah terlepas dari genggamanku
Seorang gadis
Yang mampu meredakan ombak
Menenangkan angin
Setia menantiku dalam harap
Yang terkandaskan dalam titik yang berbeda....

Paras beku itu…
Setahun, tahun yang lalu
Hanya menatapku
dan ia pun berlalu..


Kini....
Paras beku itu tercenung
Di sini, di sebuah tempat yang sunyi

Ku rasakan keletihannya
Kesendiriannya
Tiada pernah bisa dibagi

“Mungkin aku memang tak boleh memiliki.
Sebuah hidup hanya berdua.
Mungkin aku harus dimiliki oleh mereka,

Selayak bias orang tuaku
Sehingga tiada yang kecewa..â€


Suara yang tetap datar,
kurasakan kebencian yang amat sangat
telah melelehkan hatinya yang lembut
berganti dengan dendam panjang tak berkesudahan



Dan aku hanya bisa tertunduk
kecewa...
mengapa
kau tiada berbeda denganku....

Sungguh
ia hanya akan menatapku
dan berlalu.


Maafkan aku.....

Posted: 7/10/2008 at 13:00Read 32 times | 0 comments | Leave Comment 
  mandevu 
29 years old
Male


Last Login: 2/28/2009

Purchase mandevu

"nothinG"
View My: Blog | Pictures | Videos | Layouts
  SUBSCRIBE
  USER OPTIONS
  RECENT BLOG ENTRIES
forever..!
AncuuRR
ANTARA TUHAN DAN KEINGINAN KITA
poEM_1
  BLOG ARCHIVES
2008
July

HOME | PRIVACY POLICY | TERMS OF SERVICE | REPORT CONTENT | CONTACT YUWIE | SPAM
©2007-2009 Yuwie.com