Apa yang tersisa dari sepotong hati yang terluka?
Aku telah menemuinya. Menatapnya dalam diam.
Matanya teduh, lembut dan penuh sabar.
Tiada riak emosiā¦.
Yang kurasakan hanya kepasrahan yang mengalir.
Sebuah ketenangan yang luar biasa...
Aku telah menemuimu. Menatapmu dengan air mata.
Andai kau beri aku sebuah ruang untuk berpikir dan memilih.
Tapi kutahu kau takkan pernah berikan ruang itu.
Karena kau sangat mengenalkuā¦
Lalu kini, semua membeku.
Cair lalu kembali membeku.
Membeku dalam heningku.
Membeku dalam ketidakberdayaan ku
Apakah kau pernah mencoba memahami sang hati?
Apakah kau pernah tahu berkorban adalah jalan hidup?
Hidup selalu memilih untuk berkorban,
mengorbankan diri, demi yang dicintai.
Lalu kini, siapa yang kau inginkan untuk berkorban?
Ketika semua memilih untuk berkorban, lalu apa yang kau dapatkan?
Ketika semua memilih untuk membahagiakan yang lain,
lalu siapa yang sebenarnya akan bahagia?
Aku telah menemuinya. Memeluknya erat.
Aku tahu ia tlah membenciku.
Aku tahu aku pernah menyakitinya.
Aku tahu hati ku pernah mengalir di ruang itu.
Bagaimana semua ini bisa terjadi, tak pernah bisa kumengerti.
Mengapa kau bersikukuh mengejar awan di langit?
Mengapa aku bersikeras meredakan ombak?
Mengapa aku berkorban demikian besar tuk meruntuhkan diding itu?
Cinta ini tak pernah padam. Cinta ini selalu ada.
Namun cinta ini tlah berhenti berharap.
Harapan yang membuatnya tuk slalu hidup.
Menanti seseorang yang pantas menerimanya.
Tuk selamanya.....
Meski bukan aku dan dirimu
Ku tak sanggup meredam api yang terkobarkan dlm hidupku.
Kuharap kau mengerti...