Waktu membaca tulisannya, ga tau apa yang dipikirkan penulisnya.
Apakah bagi dia ekonom adalah orang yang mampu membuat segala sesuatu
terlihat seolah-olah adalah "benar"?
kurang lebih begini ceritanya:
Suatu
ketika, ada tiga orang sedang menunggu untuk diwawancara suatu
pekerjaan. Orang pertama, yang merupakan ahli matematika, dipanggil.
Si
pewawancara bertanya "2 2 sama dengan berapa?" Si ahli matematika
dengan yakin menjawab " 4 !!" "Anda yakin?" balas si pewawancara.
Dengan sedikit bingung, si ahli matematika mengangguk pelan " ya, saya
yakin."
Si pewawancara memanggil orang kedua, yang merupakan
seorang akuntan, dan menanyakan pertanyaan yang sama. Si akuntan diam
sejenak, berpikir, lalu menjawab "Sekitar 4. Mungkin ada penyusutan
sedikit. Tapi, ya sekitar 4."
Si pewawancara lalu memanggil
orang terakhir, seorang ekonom, dan masih menanyakan pertanyaan yang
sama "2 2 sama dengan berapa?" Dengan sigap, si ekonom lalu berdiri,
menutup dan mengunci pintu, menutup tirai jendela, lalu kembali duduk
sambil mendekatkan diri kepada si pewawancara.
Sambil berbisik si ekonom menjawab "bapak mau hasilnya sama dengan berapa?"
(hint: humor ini mungkin
dimaksudkan untuk mengejek ekonom yang pandai dan terbiasa memanipulasi
data. Sehingga dengan menggunakan berbagai macam model, asumsi-asumsi,
dan teknik analisis, bahkan bisa dibuktikan bahwa 2 2 sama dengan
0....)
(http://buletinekonomi.blogspot.com)



















